Rabu, 15 Februari 2012

Akhirnya, Setelah Sekian Lama 2

Matahari pagi bersinar cerah di Timur. Tidak ada warna lain yang tersapu sinarnya selain hijau segar. Hangat. Begitu hangat membuat dingin pagi terasa bersahabat. Lalu-lalang ibu-ibu tua yang begitu giat menggendong bawaan berat dengan raut muka -Bismillah semoga pagi ini rejeki ku lancar- membuatku berdecak kagum; atau malah malu karena aku ragu akan bisa sekuat mereka atau tidak. Begitu ramah, begitu bersahaja. Tak ada kesan arogan dalam kepribadian mereka. Menjadikan hangat sinar matahari semakin hangat oleh senyuman mereka.



Di sinilah aku sekarang. Di tempat dimana rezeki orang tuaku berasal. Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak beberapa minggu yang lalu keluargaku memutuskan untuk pindah ke tempat ini. Tempat yang ku kenali sebagai "surga" bagi para pencari kedamaian. Tempat dimana aku pernah bertumbuh menghabiskan masa kecil ku hampir sepuluh tahun yang lalu.

Tak banyak yang berubah. Hanya beberapa minimarket yang perlahan menyerbu. Lainnya masih sama. Masih seperti ketika ku tinggalkan tempat ini hampir sembilan tahun yang lalu. Bahkan pagi ini air PAM di rumahku mati. Terpaksa aku tidak mandi. Tak apalah. Libur. Jadi mandi pun sebaiknya diliburkan pula.

Beberapa temanku beranggapan Gunungkidul adalah tempat kering yang susah air dan tandus sehingga tidak menarik untuk dikunjungi. Tidak salah memang. Hanya aku kurang setuju. Bagiku tempat ini menjanjikan ketenangan yang mumpuni untuk menghilangkan penat orang-orang sepertiku. Orang-orang yang keracunan polusi karena tinggal di kawasan padat yang panas di pinggiran Kota Jakarta.

Dan di sinilah liburanku dimulai. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar